Suporter Montenegro Dapat Hukuman Ringan dari UEFA, Danny Rose Kecewa

Danny Rose terkejut dengan keringanan hukuman yang diserahkan kepada Montenegro, dalam permasalahan sejumlah penyokong mereka mengerjakan pelecehan ras terhadap pemain Inggris bulan lalu.

Montenegro melulu mendapat hukuman oleh UEFA berupa memainkan laga kualifikasi Piala Eropa mereka melawan Kosovo secara tertutup, atau tanpa penonton.

Rose, Raheem Sterling dan Callum Hudson-Odoi menjadi target utama rasisme oleh kumpulan penggemar tuan lokasi tinggal di Stadion Gradski di Podgorica ketika The Three Lions menang 5-1 pada 25 Maret.

Danny Rose

Sterling merayakan golnya di depan semua penggemar Montenegro, yang terdengar mengerjakan nyanyian monyet untuk para pemain kulit hitam Inggris.

UEFA memberitahukan pada hari Jumat bahwa Montenegro sudah diperintahkan guna memainkan kualifikasi 7 Juni di kandang, melawan Kosovo tanpa pemirsa sebagai hasilnya.

Tuduhan selanjutnya, berupa pemberian denda sebesar 20.000 euro (17.260 pounds), dijatuhkan oleh komite disiplin UEFA atas pelepasan kembang api, membuang benda-benda ke lapangan, gangguan kerumunan dan tangga yang diblokir.

Danny Rose Terkejut

Bek sayap Tottenham, Rose, menuliskan ia “sedikit kehilangan kata-kata” namun “tidak terkejut” dengan hukuman itu.

“Saya tidak beranggapan itu ialah hukuman yang lumayan keras untuk seseorang guna belajar dari tersebut di masa depan, melulu larangan satu pertandingan dan 20.000 euro, tersebut agak mengejutkan namun tidak tidak sedikit yang dapat saya kerjakan sekarang,” ujar Rose, yang menyatakan terluka secara mental oleh pengalamannya tersebut.

“Saya hanya bercita-cita bahwa saya tidak mesti bermain di sana lagi, paling disayangkan bahwa di mana anda berada kini dan saya melulu harus melanjutkannya.”

“Saya tidak hendak kembali ke sana, namun jelas andai saya mesti bermain di sana saya bakal bermain. Itu tidak terdapat dalam susunan tujuan saya guna dikunjungi.”

“Itu tidak berarti semua negeri laksana itu, namun aku melulu pernah ke sana sekali dan secara mental tidak banyak terluka dan aku tidak terburu-buru guna kembali ke sana.”

Rose mengatakan mula bulan ini bahwa dia tidak tidak banyak bingung dengan apa yang dilaksanakan para petinggi di balik sepakbola, sebab kurangnya perbuatan tegas untuk menanggulangi rasisme dalam pertandingan.

Manajer Inggris, Gareth Southgate terlihat kesal mengenai perlakuan suporter untuk para pemainnya sesudah pertandingan. Badan amal anti-diskriminasi Kick It Out pun mengkritik hukuman dari UEFA.

Dikatakan di Twitter: “Ketika pemain kulit hitam Inggris mendapatkan pelecehan yang mengejutkan ini kami sudah menyerukan hukuman terkuat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *